Red Bull Selidiki Masalah Sayap Belakang yang 'Sangat Berbahaya' usai Kecelakaan Verstappen
Gojay
Tim Redaksi
ROADMASTER – Tim Red Bull Racing dipastikan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait masalah sayap belakang yang menyebabkan Max Verstappen kehilangan kendali dan keluar lintasan pada sesi akhir Grand Prix Inggris, Minggu 5 Juli 2026. Insiden di tikungan Stowe ini menjadi yang kedua kalinya dalam dua pekan beruntun pembalap Belanda itu mengalami kecelakaan kecepatan tinggi akibat kegagalan komponen serupa, setelah sebelumnya ia juga crash di sesi Q3 Austria.
Laurent Mekies, pimpinan tim Red Bull, menegaskan bahwa pihaknya akan "membongkar semua kemungkinan" untuk mengidentifikasi akar masalah. Ia mengakui kekecewaan Verstappen yang menyebut sayap belakang mobilnya "sangat berbahaya" pascainsiden.
"Wajar jika dia tidak senang. Sangat tidak menyenangkan bagi pembalap jika mobilnya mengecewakan di tikungan kecepatan tinggi dalam dua balapan beruntun, meskipun penyebabnya berbeda," ujar Mekies seperti dikutip Crash.
Yang mengkhawatirkan, kedua insiden ini—di Austria dan Silverstone—disebabkan oleh kegagalan sayap belakang yang tidak terpasang dengan sempurna setelah mobil keluar dari zona DRS (mode garis lurus). Meski demikian, Mekies menegaskan bahwa akar permasalahan di kedua sirkuit tersebut berbeda jenisnya.
"Kami pasti memahami apa yang terjadi di Red Bull Ring. Namun dari analisis awal hari ini, kami mengalami jenis kegagalan yang berbeda. Itu tidak membuat keadaan lebih baik, tetapi jelas bahwa di tengah rangkaian peristiwa ini, apakah kegagalannya berbeda atau tidak tidak begitu penting," jelasnya.
Ia menambahkan, tim telah melihat dari data bahwa sayap belakang tidak menutup dengan semestinya. "Itu sebabnya kami bisa memberi tahu kalian apa yang terjadi sebelum mobil kembali ke pit. Sekarang mobil baru saja kembali dan kami baru bisa mengatakan bahwa ini adalah jenis masalah yang berbeda dibandingkan pekan lalu," tambahnya.
Ketika ditanya apakah tim akan meninjau kembali penggunaan konsep sayap belakang terbalik ("Macarena") yang dipelopori Ferrari, Mekies mengatakan konsep tersebut telah digunakan tanpa masalah sejak Miami. "Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk berada di sisi aman. Kami telah melaju dengan konsep itu selama beberapa balapan—sejak Miami, saya kira. Terlalu dini untuk menentukan apakah ini masalah konsep atau hal lain," pungkasnya.
Dengan putaran berikutnya di Spa-Francorchamps—sirkuit berkecepatan tinggi—Red Bull kini berada di bawah tekanan besar untuk memastikan masalah ini terselesaikan sebelum Verstappen kembali menginjak pedal gas.

