Berita12 Juli 2026

Perebutan Gelar Juara Dunia, Marquez : Saya Harus Perbaiki Kondisi Lengan Kanan

Jayadi

Tim Redaksi

Baca 3 menit
Jelajahi TopikBeritaArsip Berita Terbaru

ROADMASTER – Marc Marquez kembali menegaskan kebingungannya terhadap dinamika perburuan gelar juara dunia MotoGP musim ini. Pernyataan itu ia lontarkan usai meraih kemenangan gemilang di Grand Prix Jerman, Minggu (12/7), yang sekaligus mendekatkan dirinya ke puncak klasemen.

Pebalap Ducati tersebut kini hanya terpaut 18 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin. Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat kondisinya sempat sangat terpuruk. Setelah seri Italia, Marquez tertinggal 102 poin dari pemuncak klasemen akibat cedera bahu kanan yang masih mengganggunya, ditambah kegagalannya tampil di sesi balap Minggu pada GP Prancis dan absen total di seri Barcelona.

Namun, tiga kemenangan beruntun di Hungaria, Ceko, dan Jerman, beriringan dengan rentetan empat balapan tanpa poin yang dialami Marco Bezzecchi, telah mengubah peta persaingan. Kini, Marquez menempati peringkat ketiga klasemen dengan selisih poin yang tipis.

"Saya Tidak Memahami Apa Pun"

“Saya tidak memahami apa pun. Saya sudah katakan itu sejak balapan terakhir,” ujar Marquez usai balapan di Sachsenring. “Namun, kami terus mencoba menyerang di trek yang saya rasa nyaman, dan berusaha bertahan saat menghadapi sirkuit yang sulit," papar Marquez.

Meski performanya terus meningkat, Marquez mengakui masih ada satu kelemahan krusial yang harus dibenahi jika ingin benar-benar menjadi pesaing gelar. “Jika kami ingin merebut gelar juara, saya harus memperbaiki satu hal—lengan kanan. Itu satu-satunya titik yang perlu saya tingkatkan,” tegasnya.

Momen Liburan untuk Pemulihan

Memasuki masa liburan musim panas, Marquez berencana membagi waktunya antara istirahat dan kerja keras. “Secara mental, saya sangat membutuhkan istirahat. Tapi saya juga harus bekerja sangat keras pada lengan kanan, terutama pada titik-titik lemahnya,” jelasnya. “Sebab di beberapa momen, saya hanya bisa mengendarai motor tanpa bisa bermain dengan tubuh saya sendiri. Di situlah saya ingin bekerja," jelasnya.

Pebalap berusia 33 tahun itu belum bisa memastikan apakah kondisi lengannya akan membaik setelah masa liburan. “Saya selalu mengatakan hal yang sama: jika saya bisa membuat kemajuan pada lengan saya selama jeda musim panas ini—saya tidak tahu apakah itu bisa dilakukan atau tidak—saya akan berusaha keras untuk membangunkan otot-otot yang 'tertidur',” ujarnya.

“Dari sana, jika kami berhasil, maka kami bisa mencoba memperebutkan gelar di paruh kedua musim ini. Jika tidak, kami akan mencoba memahami apa yang bisa kami lakukan setiap akhir pekan,” pungkasnya.

Kendali Penuh di Sachsenring

Di atas lintasan Sachsenring, Marquez menunjukkan performa dominan. Start dari pole position, ia memimpin setiap lap dan sempat unggul lebih dari dua detik sebelum sedikit mengendurkan pace menjelang akhir balapan. Meski terlihat mudah, ia mengaku tidak sepenuhnya tahu berapa sisa tenaga yang ia miliki. “Saya tidak tahu karena saya berkendara dengan mulus. Kadang saat Anda memacu lebih kencang, justru waktu lap Anda lebih lambat,” katanya.

“Saat seseorang menekan Anda dari belakang, terkadang Anda bisa mengeluarkan sesuatu dari dalam diri yang tidak Anda duga. Hari ini, ketika saya sudah unggul 1,5 hingga 2 detik, saya mencoba mengendalikan balapan,” tambah Marquez. "Di lap-lap akhir, tidak perlu mengambil risiko tambahan.”

Dengan selisih 18 poin dan paruh kedua musim yang masih panjang, persaingan gelar juara MotoGP 2026 semakin tidak terduga—termasuk bagi Marquez sendiri.