Pecco Bagnaia Bergabung dengan Aprilia: Era Baru di MotoGP 2027
Gojay
Tim Redaksi
ROADMASTER — Kabar yang telah menjadi spekulasi hangat sepanjang musim dingin akhirnya terkonfirmasi. Francesco "Pecco" Bagnaia secara resmi akan membela tim pabrikan Aprilia Racing mulai musim 2027, menandai era baru 850cc di ajang balap motor paling bergengsi dunia.
Kontrak berdurasi empat tahun yang ditandatangani Bagnaia akan mengikatnya bersama tim yang berbasis di Noale tersebut hingga akhir musim 2030. Keputusan ini mengakhiri hubungan panjangnya dengan Ducati yang telah berlangsung sejak ia memulai karier di kelas premier.
Perjalanan Panjang Bersama Ducati
Bagnaia memulai petualangannya di MotoGP bersama tim Pramac Racing sebelum promosi ke tim pabrikan Lenovo Ducati pada 2021. Prestasi gemilang ia raih dengan menjadi juara dunia pertama Ducati sejak Casey Stoner di 2022, dan berhasil mempertahankan gelar tersebut pada 2023.
Namun musim 2024 menjadi titik balik. Kehadiran Marc Marquez sebagai rekan setim dan performa motor GP25 yang kurang bersahabat membuat Bagnaia kesulitan. Meski meraih empat kemenangan balapan, ia harus puas di peringkat kelima klasemen akhir—catatan terburuknya sebagai pembalap pabrikan.
Alasan di Balik Keputusan
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengungkapkan antusiasmenya atas kedatangan pembalap asal Turin tersebut. "Michele Colaninno dan saya memiliki visi yang sama untuk mendukung Italia. Bersama Marco Bezzecchi dan Pecco, kami membangun masa depan Aprilia Racing," ujar Rivola.
Ia juga menyoroti nilai strategis rekrutmen ini: "Kedatangan Pecco menegaskan nilai olahraga Italia yang akhir-akhir ini bersinar di panggung dunia, bersama Kimi Antonelli di F1, Jannik Sinner di tenis, dan Federica Brignone di Olimpiade Musim Dingin. Kami akan memberinya sambutan hangat, tapi pertama, kami akan berusaha mengalahkannya!"
Aprilia sendiri saat ini tengah dalam performa impresif. Tim tersebut memimpin klasemen pembalap dengan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, unggul atas Ducati di klasemen tim dan konstruktor. Menariknya, Bagnaia menggantikan Martin yang justru merebut gelar juara 2024 dari dirinya saat masih membela Pramac.
Waktu yang Tepat
Bagnaia mengaku keputusannya telah bulat sejak tes pramusim terakhir di Buriram, Thailand. Namun pengumuman resmi tertunda karena negosiasi kontrak antar tim di MSMA. "Saya dan tim telah memikirkan langkah ini dengan matang. Aprilia menunjukkan progres luar biasa, dan saya ingin menjadi bagian dari sejarah mereka," ungkap Bagnaia.
Pengumuman ini datang hanya sehari setelah Ducati mengonfirmasi bahwa Pedro Acosta akan menggantikan posisi Bagnaia mulai 2027. Sementara itu, spekulasi sempat mengarah pada kemungkinan Bagnaia pindah ke Yamaha atau bergabung dengan tim satelit Ducati, VR46.
Musim ini, Bagnaia memulai balapan di Assen dari posisi ketujuh klasemen, dengan kemenangan perdana musim ini di Sprint Race Brno pekan lalu. Dengan kepastian masa depannya, ia kini bisa fokus memberikan yang terbaik sambil menanti babak baru kariernya bersama Aprilia.
Perpindahan ini menjadi narasi menarik menyusul rivalitas sengit antara Ducati dan Aprilia, dua pabrikan Italia yang kini bersaing ketat di puncak MotoGP.

