MotoGP Sachsenring, Acosta : Ini Tak Menciptakan Tontonan yang Menarik
Jayadi
Tim Redaksi
ROADMASTER – Grand Prix Jerman 2026 baru saja usai, namun Pedro Acosta tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap jalannya balapan di Sirkuit Sachsenring, Minggu (12/7/2026). Pembalap KTM asal Spanyol itu menyebut 10 lap terakhir sebagai "bencana" dan mengkritik minimnya aksi salip-menyalip sepanjang balapan.
Start dari posisi kedelapan, Acosta tampil impresif dengan menyelesaikan balapan di posisi keempat. Namun, di balik hasil positif itu, ia menyoroti masalah serius yang dihadapi para pembalap—terutama dalam mengelola suhu ban depan di lintasan Sachsenring yang berkelok-kelok. "Sampai lap ke-20, Anda masih bisa menikmati balapan. Tapi 10 lap terakhir benar-benar bencana," ujar Acosta dengan nada kecewa.
Menurut pembalap berusia 21 tahun itu, balapan kehilangan gairahnya sejak dini. "Begitu memasuki lap ke-10, sudah ada celah empat detik antara Marc Marquez, kedua pembalap Trackhouse, dan saya. Ini tidak membantu menciptakan tontonan yang menarik," jelasnya. Ia menggambarkan fase akhir balapan sebagai perjuangan bertahan, bukan balapan sesungguhnya—para pembalap hanya berusaha menjaga ban tidak overheat dan sekadar bertahan hingga garis finis.
Masalah manajemen ban menjadi tema sentral di akhir pekan ini. Acosta mengungkapkan bahwa timnya telah mengantisipasi penurunan performa ban belakang medium yang mulai terasa sekitar lap ke-17, tepat saat ia mulai kehilangan kecepatan dibandingkan Ai Ogura. Meski demikian, ia mengaku cukup puas dengan cara ia mengelola bannya sepanjang balapan.
Yang membuat hasil ini terasa istimewa adalah kondisi Acosta sendiri. Ia baru saja menjalani operasi setelah Grand Prix Belanda dan menyebut finis keempat sebagai "kejutan". "Saya rasa tidak ada yang menduga performa balapan ini," katanya. Ia mengakui telah mencoba berbagai pengaturan selama sesi warm-up sebelum akhirnya memutuskan kembali ke spesifikasi motor dari hari Sabtu.
Acosta menegaskan bahwa timnya tetap kompetitif di awal balapan dan mampu menekan saat diperlukan. "Untuk ini, ini adalah cara yang baik untuk mengakhiri balapan sebelum jeda musim panas," pungkasnya. Hasil ini juga memperkuat posisinya di klasemen kejuaraan dunia dengan 148 poin, unggul dari Francesco Bagnaia yang kini berada di peringkat kedelapan.
Sementara itu, Marc Marquez berhasil memenangkan balapan dari start hingga finis dengan keunggulan hampir dua detik, menunjukkan dominasinya yang tak terbantahkan di Sachsenring. Namun, kritik Acosta menyoroti masalah yang lebih dalam tentang kualitas balapan di MotoGP—di mana strategi manajemen ban sering kali mengorbankan aksi balapan yang sesungguhnya.

