Formula 119 Agustus 2026

Mercedes Akui Kehilangan Poin, Zandvoort Jadi "Kesempatan Terakhir" untuk Raih Kemenangan

Jayadi

Tim Redaksi

Baca 2 menit
Jelajahi TopikFormula 1Arsip Berita Terbaru

ROADMASTER - Tim Mercedes belum pernah sekalipun menang di Grand Prix Belanda sejak sirkuit Zandvoort kembali masuk kalender Formula 1 pada 2021. Akhir pekan ini, mereka punya satu kesempatan terakhir karena setelah tahun ini Zandvoort akan pensiun dari jadwal F1.

Sejauh ini, Max Verstappen memenangkan tiga seri pertama, lalu Lando Norris dan Oscar Piastri menyusul. Sementara Mercedes? Nol besar. Padahal di era modern, tim asal Jerman itu belum pernah merasakan podium tertinggi di sirkuit tepi pantai tersebut—kemenangan terakhir Mercedes di sini terjadi pada 1955 oleh Juan Manuel Fangio, tapi dengan tata letak sirkuit yang sangat berbeda.

"Zandvoort selalu jadi tantangan unik sejak kembali," ujar Toto Wolff, pimpinan tim Mercedes. "Sirkuit ini sulit dikuasai, suasananya luar biasa, dan semua tim serta pembalap pasti menantikannya. Kami pernah dekat, tapi belum pernah menang di era modern. Ini kesempatan terakhir kami, dan tantangan ini ingin kami taklukkan," tegasnya.

Di awal musim, Mercedes memang tampil dominan. Namun lambat laun, tim-tim pengejar mulai mendekat. Meski masih memuncaki klasemen pembalap dan konstruktor, keunggulan mereka tidak sebesar yang diharapkan. Faktor paling besar? Reliabilitas. Banyak poin yang terbuang sia-sia.

Lima seri terakhir, tidak ada pembalap yang menang lebih dari sekali. Kimi Antonelli dan George Russell membawa pulang kemenangan untuk Mercedes, sementara Norris, Lewis Hamilton, dan Charles Leclerc juga ikut merasakan champagne juara.

Wolff pun sadar ancaman dari belakang kian nyata. "Kami sudah kehilangan banyak poin," akunya. "Para rival memperkecil jarak performa. Paruh kedua musim ini akan lebih berat dari paruh pertama. Kejuaraan akan ditentukan oleh eksekusi dan seberapa cepat kami bisa mengembangkan mobil dalam 12 balapan ke depan. Memang kami agak tertinggal soal upgrade dibanding rival, tapi kami masih punya potensi performa yang bisa digali dan rencana pengembangan yang jelas," pungkasnya.

Singkatnya, Zandvoort adalah target terakhir Mercedes sebelum sirkuit ini pamit. Akankah mereka akhirnya memecahkan kutukan? Atau mimpi buruk itu berlanjut? Kita saksikan akhir pekan ini.