Lewis Hamilton Keluhkan Taktik Ferrari di GP Belanda, Lambat Ambil Keputusan
Jayadi
Tim Redaksi
ROADMASTER - Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, turun ke posisi ketiga klasemen pembalap Formula 1 usai Ferrari dinilai gagal mengambil keputusan kunci di tengah balapan GP Belanda. Meski mengakui kemampuan Ferrari untuk menang, Hamilton menyoroti sejumlah hal yang harus segera diperbaiki jika tim asal Italia itu ingin kembali merebut gelar juara dunia.
Sejak terakhir kali meraih gelar juara pada 2007, Ferrari memang kerap terlibat dalam persaingan gelar, namun nyaris tak pernah mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir musim. Hamilton tiba di Sirkuit Zandvoort dengan status pembalap peringkat kedua di belakang Kimi Antonelli. Namun, usai balapan akhir pekan lalu, ia kini harus rela turun ke peringkat ketiga.
Sepanjang balapan, Hamilton meluapkan rasa frustrasinya kepada tim karena kurangnya ketegasan dari pit. Ia kesal karena Ferrari dinilai terlalu lamban mengambil keputusan, terutama saat dirinya berhasil mendekati mobil Charles Leclerc di tengah balapan. Keterlambatan reaksi tim itulah yang menurut Hamilton membuatnya kehilangan kesempatan naik podium. Alih-alih finis di tiga besar, ia harus puas di posisi keempat.
"Hari ini benar-benar membuat frustrasi," ujar Hamilton kepada Sky Sports. "Saya di sini untuk menang, dan saya sangat percaya tim ini bisa menang. Mungkin hari ini kami belum bisa meraih kemenangan, tapi untuk jadi juara dunia, Anda harus merebut setiap poin. Beberapa balapan terakhir terasa berat karena berbagai penalti dan sebagainya."
Ia menambahkan, "Hari ini saya kehilangan beberapa detik di belakang Charles, dan saya pikir itu akhirnya membuat perbedaan besar di akhir balapan. Tapi kami akan bahas ini di internal tim. Target saya adalah membawa tim ini ke puncak, meraih gelar juara. Masih ada pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan, itu pasti."
Meski kecewa dengan beberapa keputusan di tengah balapan, Hamilton tetap mengapresiasi kerja kru dan strategi yang dijalankan tim sepanjang akhir pekan. "Pertama, para mekanik di garasi melakukan pekerjaan luar biasa dalam pit stop. Strategi juga sangat bagus. Mobil terasa luar biasa. Mereka bekerja keras terus menghadirkan peningkatan di setiap seri," pujinya.
"Kami masih tertinggal. Di paruh pertama musim ini, kami kehilangan tiga sampai lima persepuluh detik di lintasan lurus, tergantung sirkuitnya. Itu selisih yang sangat sulit dikejar hanya lewat tikungan. Tapi kami sudah dekat," tutup Hamilton optimistis.

