Formula 118 Agustus 2026

Johnny Herbert : Penggemar Keras Max Verstappen "Paling Buruk"

Jayadi

Tim Redaksi

Baca 2 menit
Jelajahi TopikFormula 1Arsip Berita Terbaru

ROADMASTER - Mantan pembalap Formula 1, Johnny Herbert, menuding penggemar fanatik Max Verstappen sebagai kelompok pendukung paling keras dan paling buruk dalam hal perilaku. Pembalap yang pernah meraih tiga kemenangan Grand Prix itu mengungkapkan bahwa dirinya menjadi sasaran perlakuan yang mengerikan setelah mengkritik pembalap Belanda berusia 27 tahun tersebut.

Kritik Herbert berawal dari pernyataannya kepada sebuah situs taruhan usai Grand Prix Mexico City 2024. Herbert menilai gaya balap Verstappen "berlebihan" dan menyebut bahwa pembalap Red Bull itu telah terperangkap dalam "pola pikir mengerikan yang berusaha meraih keuntungan dengan mendorong pembalap lain keluar dari lintasan.

"Pernyataan itu muncul sebagai respons atas keputusan steward yang menjatuhkan dua hukuman penalti 10 detik kepada Verstappen akibat dua insiden terpisah dengan Lando Norris di lap yang sama selama balapan di Meksiko.

Pernyataan Herbert memicu kemarahan besar. Jos Verstappen, ayah sang pembalap, bahkan meminta FIA mengevaluasi komposisi steward dan potensi konflik kepentingan dalam tubuh pengawas balapan. Pada Januari berikutnya, Herbert diberhentikan dari posisinya sebagai steward FIA menjelang musim 2025.

Dalam wawancara terpisah dengan situs taruhan lain, Herbert ditanya kelompok penggemar mana yang paling banyak melecehkannya selama kariernya sebagai steward. "Itu mudah! Penggemar Belanda yang keberatan dengan kritik saya terhadap Max Verstappen," jawab Herbert. "Sebenarnya, mereka bukan hanya dari Belanda, tapi juga dari negara lain. 'Kematian untuk Herbert.' Mereka adalah yang terburuk," kenang Herbert mengulang komentar pendukung garis keras Verstappen.

Herbert juga menanggapi tuduhan bias yang kerap dilontarkan kepadanya dan rekannya sesama pundit/pengamat asal Inggris, Martin Brundle. "Mereka menuduh saya bias. Mereka masih melakukannya terhadap Martin Brundle. Mereka bilang, 'Kamu bias terhadap Lewis Hamilton.' Ya, kami orang Inggris, dan Lewis adalah orang Inggris! Kalian orang Belanda dan mendukung Max, tapi kalian menuduh kami bias, padahal kalian ingin kami mendukung Max," tegas Herbert.

"Tentu saja kami akan mendukung pembalap Inggris, tapi itu tetap objektif. Kami juga terpesona oleh 'Flying Dutchman'. Jika Inggris bertanding melawan Belanda di sepak bola, tentu saya akan mendukung Inggris," pungkas Herbert.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa persaingan di atas lintasan kerap memicu emosi berlebihan di luar lintasan, mencoreng semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam olahraga balap.