Ducati Luncurkan 10 Ikon Kontemporer, Rayakan 100 Tahun Bersejarah
Gojay
Tim Redaksi
ROADMASTER – Di lintasan lurus legendaris Sirkuit Mugello, tempat motor-motor Desmosedici MotoGP mengukir banyak kemenangan epik bagi Ducati, pabrikan asal Borgo Panigale itu memilih momen yang sempurna untuk meluncurkan permata kolektor terbarunya: Collezione 100.
10 motor tersebut adalah :
- Panigale V4 S 100 (750 Imola Desmo – 1972)
- Panigale V2 S 100 (750 Super Sport Desmo – 1975)
- Streetfighter V4 S 100 (Ducati 900 Sport Desmo Darmah – 1979)
- Monster 100 (Monster S4Rs Tricolore – 2008)
- XDiavel V4 100 (750 Super Sport “California Hot Rod” – 1977)
- Diavel V4 RS 100 (900 Replica – 1979)
- Multistrada V4 RS 100 (500 SL Pantah – 1979)
- Scrambler 100 (250 Scrambler – 1962)
- Hypermotard V2 SP 100 (Ducati 860 “24 Horas de Montjuïc” – 1975) dan
- DesertX 100 (Pantah “Ice” – 1981).
Ini bukan sekadar edisi spesial. Ini adalah perayaan seratus tahun Ducati yang diwujudkan dalam sepuluh livery berbeda, sepuluh edisi bernomor, masing-masing diproduksi dalam jumlah sangat terbatas, hanya 100 unit per model.
Ikon kontemporer ini merayakan perjalanan panjang pabrikan sejak 1926. Setiap motor diracik dengan spesifikasi unik: mulai dari livery yang terinspirasi langsung oleh motor-motor balap dan jalanan paling ikonik dalam sejarah Ducati, jok Alcantara atau kulit dengan logo Ducati 100 bersulam, hingga detail teknis premium yang seragam di seluruh koleksi.
Salah satu yang paling mencolok adalah kaliper rem dan penutup tangki bahan bakar dengan warna eksklusif, Centenary Bronze.
Sentuhan itu juga menghiasi pelat nomor model yang terpasang pada triple clamp aluminium billet. Untuk pertama kalinya pada keluarga V2, kopling kering hadir untuk memperkuat nuansa otentik dari koleksi bersejarah ini.
Tak ketinggalan, setiap motor mendapat paddock stand belakang, cover motor, dan animasi start khas pada layar dashboard. Para pemilik juga bisa melengkapi dengan helm dan jaket teknis edisi terbatas yang senada.
Yang membuat Collezione 100 istimewa adalah hubungannya dengan dunia seni. Ugo Nespolo, maestro seni Italia akhir abad ke-20 sekaligus penggemar berat Ducati, terlibat langsung.
Setiap motor akan disertai sepasang cetakan seni bernomor yang ditandatangani Nespolo, di mana ia menafsirkan ulang motor bersejarah yang menjadi inspirasi livery dengan gaya penuh warna dan dinamis. Hasilnya adalah permata sejati: unik, khas, dan penuh karakter.
Selama acara vernissage yang digelar di Mugello, pembalap Lenovo Ducati, Marc Márquez dan Pecco Bagnaia, turut meluncurkan livery khusus untuk balapan kandang. Desain fairing mereka menyatukan sepuluh grafis dari motor Collezione 100, sebuah penghormatan visual yang merayakan 1926–2026 dengan sentuhan glitter yang mengingatkan pada legenda 750 Imola Desmo.
Tak hanya itu, mitra Ducati juga ikut meriah. Piquadro meluncurkan empat ransel edisi khusus, sementara Carrera menghadirkan kacamata hitam Anniversary Edition terbatas 1.000 unit.
Kesempatan publik untuk melihat langsung Collezione 100 akan dimulai di World Ducati Week pada 3-5 Juli. Setelah itu, kesepuluh motor akan memulai tur ke Goodwood Festival of Speed, dan akhirnya kembali ke Bologna untuk dipamerkan di berbagai museum.
Sebagai contoh, livery Panigale V4 S 100 terinspirasi dari motor 750 Imola Desmo yang memenangkan Imola 200 Miles 1972. Sementara itu, Streetfighter V4 S 100 mengusung grafis hitam-emas dari 900 Sport Desmo Darmah (1979) yang legendaris. Juga ada Scrambler 100 yang merujuk pada 250 Scrambler (1962), motor pertama yang dibuat khusus untuk pasar AS. Hingga DesertX 100 yang terinspirasi oleh uniknya Pantah “Ice” (1981), motor bermesin Pantah yang dimodifikasi untuk melaju di atas lintasan es bersalju. Masing-masing memiliki cerita, dan Ducati merangkumnya dalam satu koleksi abadi.

