Mitos dan Fakta di Balik Penggunaan Mobil Listrik
Jayadi
Tim Redaksi
ROADMASTER - Minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik terus meningkat seiring kemajuan teknologi dan perluasan infrastruktur pendukung. Namun, berbagai pertanyaan masih menghantui calon konsumen: biaya operasional, daya tahan baterai, kemudahan pengisian daya, hingga kelayakan penggunaan sehari-hari.
"Perkembangan teknologi EV saat ini telah menjawab berbagai kekhawatiran konsumen. iCAR V23 hadir membuktikan bahwa kendaraan listrik bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga praktis, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian," jelas Tommy Hermansyah, Product Planning Manager iCAR Indonesia.
Mitos 1: Kendaraan Listrik Lebih Mahal
Faktanya: Justru biaya operasionalnya jauh lebih hemat.
Dijelaskan iCAR Indonesia, simulasi penggunaan harian 30 kilometer di perkotaan menunjukkan biaya pengisian iCAR V23 Tipe Y RWD hanya sekitar Rp38.250 per minggu atau Rp153.000 per bulan. Sebagai perbandingan, kendaraan bensin RON 92 dengan konsumsi 12 km/liter menghabiskan Rp1,2 juta per bulan untuk jarak yang sama. Pengguna iCAR V23 berpotensi menghemat lebih dari Rp1 juta setiap bulan, atau sekitar Rp12,8 juta per tahun, dan hampir Rp64 juta dalam lima tahun.
Mitos 2: Kendaraan Listrik Tidak Praktis
Faktanya: Kendaraan listrik modern dirancang untuk kebutuhan harian.
Dengan pilihan baterai hingga 81,76 kWh (jarak tempuh 430 km NEDC) pada Tipe Z, serta baterai 59,93 kWh (jarak tempuh 360 km NEDC) pada Tipe X dan Y, iCAR V23 mampu mendukung perjalanan ke kantor, pertemuan klien, mengantar keluarga, hingga road trip akhir pekan tanpa sering mengisi daya.
Mitos 3: Kendaraan Listrik Sulit Dirawat
Faktanya: Perawatannya justru lebih sederhana.
Kendaraan listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan kendaraan konvensional. Tidak ada penggantian oli mesin maupun berbagai komponen rumit lainnya. Ditambah jaringan stasiun pengisian daya publik yang terus bertambah, pengalaman memiliki EV kini semakin mudah.
Mitos 4: Kendaraan Listrik Kurang Mampu di Berbagai Medan
Faktanya: Teknologi terkini mendukung berbagai kondisi jalan.
Tipe Y dilengkapi fitur ADAS dan kamera 540° Panoramic Camera untuk kenyamanan berkendara. Sementara Tipe Z hadir dengan sistem Intelligent All-Wheel Drive (iWD) dan mode Off-Road untuk traksi optimal di tanjakan, jalan licin, maupun medan menantang lainnya.
Seiring matangnya teknologi EV, berbagai anggapan negatif mulai terbantahkan oleh pengalaman nyata. Kendaraan listrik kini mampu menjadi solusi mobilitas yang efisien, praktis, dan nyaman bagi masyarakat Indonesia.
Dengan informasi yang komprehensif, iCAR berharap semakin banyak masyarakat mengambil keputusan berdasarkan fakta dan merasakan manfaat langsung dari era mobilitas listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan.

