Formula 127 Juli 2026

Drama di Balik Penalti Hamilton: Ferrari Akui Kesalahan Komunikasi

Jayadi

Tim Redaksi

Baca 2 menit
Jelajahi TopikFormula 1Arsip Berita Terbaru

ROADMASTER - Ferrari secara terbuka mengakui kesalahan mereka atas penalti grid yang dijatuhkan kepada pebalapnya, Lewis Hamilton, di kualifikasi GP Hungaria, setelah komunikasi tim yang terlambat membuat pembalap veteran itu dianggap menghalangi laju Oscar Piastri.

Insiden berawal di akhir sesi Q3 ketika Hamilton, yang saat itu berada di jalur cepat, tidak mendapat informasi cukup tentang keberadaan Piastri yang sedang melaju di belakangnya. Rekaman radio tim mengungkapkan bagaimana komunikasi yang kacau terjadi antara Hamilton dan timnya.

Kronologi Komunikasi yang Kacau

Setelah Hamilton melewati garis finish, insinyur balapnya, Carlo Santi, baru memberi peringatan: "Piastri mendekat... bendera kuning, bendera kuning." Hamilton pun bertanya balik, "Di mana Piastri?" Santi menjawab singkat, "Di belakang - bendera kuning."

Hamilton masih belum puas dan menanyakan lokasi bendera kuning. Santi merespons dengan informasi bahwa trek sudah bersih dan Max Verstappen keluar jalur di Tikungan 14, lalu meminta Hamilton memperlambat laju.

Yang menjadi krusial, ketika Piastri menyalip Hamilton di luar Tikungan 1, pembalap Ferrari itu baru bertanya: "Apakah Piastri sedang dalam putaran cepat atau...?" Terjadi jeda panjang sebelum Santi mengakui, "Saya tertipu oleh bendera kuning."

Kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, dengan jujur mengakui kesalahan tim. "Kami memberitahunya [Piastri mendekat], tapi terlambat. Jika ada kesalahan, itu kesalahan kami," ujarnya.

Hamilton sendiri membela diri dalam konferensi pers. "Saya diberi tahu tepat ketika dia berada di puncak tikungan di belakang saya, jadi saya tidak tahu dia datang," jelasnya. "Saya pikir semua orang sudah menyelesaikan putaran mereka karena saya yang pertama keluar."

"Saya pikir Charles [Leclerc] adalah mobil di belakang saya saat meninggalkan pit. Jadi, ini gila karena tidak disengaja," tambah juara dunia tujuh kali itu.

Piastri sendiri menuduh Hamilton "tidak melihat ke spion", tapi rekaman onboard justru menunjukkan Hamilton terlihat mengecek spion saat mendekati Tikungan 1.

Situasi yang kacau itu pun berdampak pada hasil akhir kualifikasi, Hamilton dapat hukuman penalti. Penalti mundur tiga grid ini menjadi hukuman ketiga Hamilton dalam tiga akhir pekan beruntun, setelah sebelumnya dihukum di Silverstone dan Spa-Francorchamps. Alhasil, ia harus start dari posisi kelima, tepat di depan duo Mercedes, pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli, dan George Russell.

Meski kecewa, Hamilton mengaku tetap fokus pada balapan. "Ini sangat membuat frustrasi, tapi kami punya kecepatan bagus akhir pekan ini. Saya yakin kami bisa meraih hasil positif," pungkasnya.

Insiden ini menjadi pengingat betapa krusialnya komunikasi tim dalam momen krusial kualifikasi, di mana kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal pada posisi start. Kini, tantangan bagi Hamilton adalah bangkit dari keterpurukan dan membuktikan bahwa performa mobil Ferrari yang terus membaik bisa mengantarnya ke podium, meski harus start dari posisi yang kurang ideal.