Dari Bengkel ke Pilar Ekonomi: Program Astra Honda Dorong Kemandirian Usaha Muda
Gojay
Tim Redaksi
ROADMASTER – Di balik hiruk-pikuk suara mesin kendaraan dan aktivitas perbaikan, jaringan bengkel binaan di berbagai wilayah Indonesia tengah bertransformasi. Tidak lagi sekadar tempat ganti oli dan ban, bengkel-bengkel yang tergabung dalam Astra Honda Youthpreneurship Program (AHYPP) kini menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan ruang belajar bagi masyarakat sekitar.
Sepanjang tahun lalu, 24 bengkel binaan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) berhasil mencatatkan omzet gabungan lebih dari Rp7,9 miliar. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan nyata dari pembinaan berkelanjutan yang mampu mendorong kemandirian finansial. Selain itu, program ini juga menyerap 43 tenaga kerja, memberikan penghidupan nyata bagi keluarga di lingkungan sekitar.
Dampak positif program ini juga terlihat dari ekspansi usaha. Sejumlah bengkel, seperti MAN Motor di Yogyakarta dan Bali Motor di Bali, telah membuka cabang baru. Lebih dari itu, bengkel-bengkel ini berperan aktif sebagai tempat magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), menciptakan jembatan antara dunia pendidikan dan industri.
Agus Eka Guncara Bisma, pemilik Bengkel Bali Motor di Karangasem, merasakan dampak besar dari pendampingan ini. Usahanya yang kini mempekerjakan tujuh orang terus berkembang pesat. "Bimbingan dari Yayasan AHM sangat membantu meningkatkan omzet dan jangkauan pelanggan," ujarnya. "Kami kini bisa membuka peluang kerja dan menerima siswa PKL dari almamater saya, SMK Negeri 1 Manggis."
Untuk memperkuat fondasi bisnis, Yayasan AHM kembali menggelar pelatihan lanjutan di Bandar Lampung pada 25-26 Juni lalu. Diikuti 18 pemilik bengkel dari berbagai provinsi seperti Riau, Bengkulu, Bali, hingga Kalimantan Selatan, pelatihan mengusung tema "Tingkatkan Kapasitas, Menuju Bengkel Berkualitas". Para peserta dibekali kompetensi kepemimpinan, komunikasi efektif, digitalisasi, dan strategi pemasaran modern yang menjadi kunci pengembangan usaha di era saat ini.
Pelatihan tidak hanya berlangsung di dalam ruangan. Para peserta juga mengikuti tantangan Selling & Survival untuk mengasah keterampilan menjual dan kerja sama tim di lapangan. Kunjungan ke Bengkel Arizal Service di Tulang Bawang, Lampung, juga menjadi ajang belajar praktik terbaik dalam manajemen usaha dan pelayanan pelanggan.
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa kesuksesan bengkel tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. "Kami ingin para pemilik bengkel menjadi pemimpin yang tangguh, mampu membangun tim, dan memberikan layanan terbaik," jelasnya. "Program ini adalah komitmen kami untuk mengembangkan sumber daya manusia yang unggul."
Sebagai bentuk apresiasi, Yayasan AHM memberikan penghargaan kepada tiga bengkel terbaik periode 2025–2026. Bali Motor meraih Best Performance Tingkat Pramandiri, Arizal Service mendapat Best Performance Tingkat Madya, dan Zul Motor dari Serang meraih Best Compliance. Melalui payung program Sinergi Bagi Negeri, AHYPP turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam menciptakan lapangan kerja layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

