Dokumenter 'Return of the Cheetah' JETOUR Raih Penghargaan Internasional
Gojay
Tim Redaksi
ROADMASTER - Pemenang ajang penghargaan internasional Telly Awards ke-47 telah resmi diumumkan. Dokumenter berjudul Return of the Cheetah: Horn of Africa—yang diproduksi bersama oleh JETOUR dan Discovery Channel—berhasil menyapu tiga penghargaan bergengsi sekaligus.
Film ini meraih Gold Winner dalam kategori General Documentary: Short Form, serta dua Silver Winner masing-masing untuk kategori Craft: Videography & Cinematography dan General: Nature & Wildlife. Tak hanya itu, dokumenter ini juga mendapatkan Gold Tower Award di ajang New York Festivals Advertising Awards, sebuah pengakuan atas kualitas produksi yang luar biasa dan dedikasi nyata terhadap pelestarian satwa liar.
Didirikan pada tahun 1979, Telly Awards merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia untuk karya video dan televisi, bahkan kerap dijuluki sebagai "Oscar-nya industri televisi Amerika." Tahun ini, kompetisi diikuti lebih dari 13.000 karya dari 55 negara dan dinilai oleh lebih dari 250 profesional industri dari berbagai belahan dunia.
Penghargaan yang diraih Return of the Cheetah: Horn of Africa bukan sekadar pengakuan atas kekuatan narasi dan sinematografi, melainkan juga cerminan komitmen jangka panjang JETOUR terhadap pelestarian lingkungan dan kontribusi sosial yang berkelanjutan.
Perkuat Kolaborasi dengan CCF untuk Lindungi Cheetah yang Terancam Punah
Cheetah adalah salah satu satwa liar paling ikonik di dunia, dikenal karena kecepatan dan keanggunannya. Namun, kerusakan habitat serta perdagangan ilegal telah menyebabkan populasi cheetah liar menurun drastis. Saat ini, diperkirakan hanya tersisa kurang dari 7.500 ekor cheetah di alam liar, sehingga upaya konservasi menjadi sangat mendesak.
Sejak tahun 2024, JETOUR menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan Cheetah Conservation Fund (CCF) melalui inisiatif sosial Return of the Cheetah. Program ini pertama kali dijalankan di Namibia dengan fokus pada penyelamatan cheetah liar.
Pada tahun 2025, inisiatif diperluas ke Somaliland, di mana JETOUR bersama CCF mendirikan kawasan konservasi khusus dan memproduksi dokumenter yang kini meraih penghargaan. Memasuki tahun 2026, program akan berlanjut ke Afrika Selatan dengan fokus pada keberlanjutan populasi cheetah dalam jangka panjang.
Kolaborasi ini terus berkembang—dari upaya darurat untuk menyelamatkan individu cheetah, menjadi kemitraan strategis yang berorientasi pada pemulihan habitat, keseimbangan ekosistem, dan keberlanjutan populasi. Inisiatif ini sekaligus memperkuat filosofi "Travel+ Public Welfare" serta memperluas jangkauan program sosial JETOUR di tingkat global.
Wujudkan Semangat "Travel+ Public Welfare" melalui Aksi Global
Kegiatan sosial dan keberlanjutan menjadi pilar penting dalam strategi Travel+ JETOUR. Dengan filosofi global "In Somewhere, For Somewhere, Be Somewhere," JETOUR mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam setiap langkah bisnisnya di berbagai negara. Dengan memahami kebutuhan lokal, JETOUR menghadirkan program-program yang relevan dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Di kawasan Timur Tengah, JETOUR aktif mendukung pembinaan bakat sepak bola muda serta bekerja sama dengan organisasi kanker setempat untuk memberikan perhatian kepada para pasien. Di Asia Tenggara, JETOUR turut mendukung konservasi penyu sebagai bentuk harmoni dengan alam.
Di Amerika Tengah dan Selatan, perusahaan terlibat dalam program penghijauan dan penanaman pohon untuk memulihkan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Sementara di wilayah CIS, JETOUR berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur jalan pedesaan dan pelestarian lingkungan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, menyatakan, penghargaan internasional yang diraih dokumenter ini membuktikan bahwa komitmen JETOUR terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata.
"Bagi JETOUR, perjalanan bukan hanya tentang menjelajahi tempat baru, tetapi juga tentang memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di setiap lokasi yang kami singgahi," kata Ranggi.
Ke depan, JETOUR akan terus memperdalam model pembangunan berkelanjutan "Travel + Public Welfare", memperluas praktik sosial berkualitas di seluruh dunia, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan melalui program-program nyata dan berkesinambungan.

