Berita19 Juni 2026

WMS Bekali Generasi Muda dengan Semangat #Cari_Aman

Gojay

Tim Redaksi

Baca 2 menit
Jelajahi TopikBeritaArsip Berita Terbaru

ROADMASTER - Mobilitas pelajar di kawasan perkotaan seperti Tangerang Selatan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia mereka yang mulai aktif berinteraksi langsung dengan arus lalu lintas. Namun, tingginya mobilitas ini tidak diimbangi dengan kesadaran berkendara yang memadai. Menjawab tantangan tersebut, industri otomotif bersama pemerintah dan institusi pelayanan publik bergerak proaktif menanamkan budaya keselamatan sejak dini melalui pendekatan edukatif yang menyasar dunia pendidikan.

Sebagai bentuk komitmen nyata mengampanyekan keselamatan melalui semangat #Cari_Aman, Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta–Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Jasa Raharja Tangerang Selatan. Kemitraan ini menghasilkan rangkaian roadshow edukasi yang menyentuh sekitar 500 pelajar dari empat sekolah, yaitu SMP Negeri 11, SMA Negeri 11, SMK Negeri 5, dan SMK Al Amanah Al Gontory.

Yang menarik dari program ini adalah pendekatan materi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk siswa SMP, tim Safety Riding Promotion (SRP) menghadirkan materi ‘Berkendara Aman’ yang berfokus pada pengenalan perilaku aman, kepatuhan pada rambu lalu lintas, serta pentingnya perlengkapan standar berkendara.

Sementara itu, siswa SMA dan SMK mendapatkan porsi lebih teknis melalui ‘Pelatihan Berkendara Dasar’, yang mencakup teknik kontrol motor, posisi berkendara ergonomis, hingga pengambilan keputusan cepat di situasi genting di jalan raya.

Head of Safety Riding Promotion PT WMS, Agus Sani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya pembentukan pola pikir. "Kami ingin membekali pelajar dengan pengetahuan dasar sekaligus menanamkan kesadaran bahwa keselamatan adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Semangat #Cari_Aman kami hadirkan agar generasi muda memahami pentingnya menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab," ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang sesi. Beragam pertanyaan kritis muncul, mulai dari cara memilih helm yang benar, risiko kelalaian kelengkapan berkendara, hingga taktik mengantisipasi titik buta kendaraan besar. Diskusi interaktif ini menunjukkan bahwa pelajar bukan sekadar penerima pasif, melainkan agen potensial yang mampu menyebarkan nilai keselamatan ke lingkungan teman sebaya dan keluarga.

Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri seperti WMS ini diharapkan menjadi ekosistem berkelanjutan. Ke depan, WMS berencana memperluas jangkauan edukasi ke berbagai sekolah di Jakarta dan Tangerang.

Dengan konsistensi kampanye #Cari_Aman, diharapkan lahir generasi berkendara yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi keselamatan sebagai budaya, bukan sekadar aturan temporer.