Usai GIIAS 2026 : Panggung Elektrifikasi dan Persaingan Industri Otomotif yang Kian Sengit
Jayadi
Tim Redaksi
ROADMASTER — Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi menutup tirai pada Minggu, 9 Agustus 2026, setelah 11 hari memanjakan pecinta otomotif Tanah Air di ICE BSD City, Tangerang.
Mengusung tema "Eye of the Future", pameran yang memasuki gelaran ke-33 ini menjadi cerminan arah industri otomotif global menuju era kendaraan pintar, aman, dan ramah lingkungan. GIIAS 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran, melainkan juga momentum strategis bagi Indonesia untuk bertransformasi dari pasar konsumsi menuju basis produksi otomotif.
Skala Megah, Partisipasi Merek Terlengkap
GIIAS 2026 mencatat sejarah baru sebagai penyelenggaraan terbesar dan terlengkap sejak pertama kali digelar. Pameran tahun ini diikuti oleh lebih dari 65 merek otomotif ternama dunia, yang mencakup 43 merek mobil penumpang, tujuh merek kendaraan niaga, 13 merek sepeda motor, serta lima perusahaan karoseri. Tak kurang dari 150 merek industri pendukung turut memeriahkan ajang ini dengan menyajikan beragam teknologi dan produk terbaru.
Yang menarik perhatian adalah hadirnya 10 merek kendaraan baru yang untuk pertama kalinya ikut serta. Fenomena ini menegaskan bahwa Indonesia semakin dilirik sebagai pasar potensial sekaligus ajang pameran yang kompetitif di kancah otomotif global.
Sepanjang penyelenggaraan, para peserta tampil maksimal dengan desain booth yang memukau dan program acara interaktif. Total 37 kendaraan baru diluncurkan di GIIAS 2026—mulai dari yang berstatus Asian Premier hingga kendaraan konsep masa depan. Tak sedikit di antaranya merupakan kendaraan elektrifikasi, mencerminkan tren global yang kian menguat.
GIIAS 2026 resmi dibuka pada 30 Juli oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, didampingi sejumlah pejabat tinggi negara. Sepanjang pameran, ajang ini juga dikunjungi oleh Menteri Keuangan RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.
Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa pencapaian positif GIIAS 2026 merupakan buah sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. “Kehadiran dan dukungan langsung dari jajaran pemerintah menjadi sinyal positif yang sangat berharga bagi kepastian iklim usaha dan perkembangan industri otomotif nasional,” ujarnya.
Antusiasme publik pun luar biasa. Sebanyak 496.378 pengunjung hadir langsung selama 11 hari, dengan rata-rata waktu yang dihabiskan mencapai 5 jam di seluruh area pameran. Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyebut peningkatan durasi kunjungan sebagai hal istimewa tahun ini.
Salah satu daya tarik utama adalah fasilitas test drive. Aktivitas uji coba kendaraan meningkat signifikan hingga 30% dibandingkan tahun lalu, dengan total lebih dari 26.000 trip yang dilakukan pengunjung.
Optimisme Industri di Tengah Persaingan
Di tengah ketatnya persaingan merek otomotif di Indonesia, GIIAS 2026 mencatatkan kinerja pasar yang menggembirakan. Data GAIKINDO menunjukkan penjualan wholesales Juli 2026 mencapai 81.115 unit, melonjak 33,3% secara tahunan. Penjualan ritel pun tumbuh 23,1% menjadi 77.412 unit.
Dengan 68 merek otomotif berpartisipasi—meningkat dari 63 merek pada tahun sebelumnya—GIIAS 2026 menjadi panggung utama bagi produsen untuk memperkenalkan produk anyar sekaligus menggenjot penjualan. Kehadiran merek-merek baru dari China yang membawa teknologi elektrifikasi, serta strategi agresif para pemain lama, menandai babak baru persaingan industri otomotif nasional.
GIIAS 2026 pun tutup dengan secercah optimisme. Perbaikan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang mulai pulih menjadi fondasi bagi industri otomotif untuk terus berkembang. Rangkaian GIIAS The Series akan berlanjut ke Surabaya, Bandung, Semarang, Makassar, dan Bali—membawa semangat "Eye of the Future" ke lebih banyak kota di Indonesia.

