Supercar McLaren 720S Kecelakaan di Sukoharjo Hingga Terbelah Dua
Insiden dini hari di Jalan Raya Telukan melibatkan McLaren 720S milik streamer game ternama, mengakibatkan kerusakan parah namun tidak ada korban jiwa.
Gojay
Tim Redaksi
ROADMASTER — Sebuah supercar McLaren 720S mengalami kecelakaan tunggal pada Rabu dini hari (8/7/2026) di Jalan Raya Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Mobil sport mewah tersebut terbelah menjadi dua bagian setelah menghantam tiang listrik dengan kecepatan tinggi.
Supercar berpelat nomor B-331 itu diketahui milik Febrian Paundra Alditama (21), seorang content creator dan streamer game asal Sukoharjo yang lebih dikenal dengan nama Andra ST. Mobil McLaren produksi 2023 tersebut mengalami kerusakan parah akibat benturan keras. Bahkan, aki kendaraan terlempar hingga ke pintu kaca sebuah minimarket tidak jauh dari lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, Andra dan penumpangnya yang bernama Robby (21) harus menjalani pemeriksaan serta perawatan untuk observasi fisik di rumah sakit terdekat. Saat ini Robby masih dalam pemantauan tim medis pasca-kecelakaan. Sementara Andra sudah diperbolehkan pulang.

McLaren 720S: Supercar Ikonik Berforma Tinggi
McLaren 720S yang dikendarai Andra merupakan salah satu supercar paling ikonik di kelasnya. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2017 sebagai penerus McLaren 650S, mobil ini menjadi bagian dari lini Super Series yang mengusung teknologi terinspirasi dari ajang balap Formula 1.
Ditenagai mesin 4.0 liter twin-turbo V8, McLaren 720S menghasilkan tenaga 710 hp dan torsi 770 Nm. Performanya luar biasa: akselerasi 0-100 km/jam hanya butuh 2,9 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 341 km/jam. Model tahun 2023 menjadi rilisan terakhir sebelum digantikan oleh penerusnya, McLaren 750S, yang menawarkan ubahan desain, peningkatan tenaga, dan bobot lebih ringan.
Keunggulan Teknologi Monocage II dan Aerodinamika
Salah satu keunggulan utama McLaren 720S terletak pada konstruksi bodinya. Mobil ini menggunakan sasis serat karbon bernama Monocage II yang dikembangkan khusus oleh McLaren. Material serat karbon juga diterapkan pada sejumlah komponen bodi, menghasilkan bobot kosong hanya sekitar 1.283 kilogram dalam kondisi paling ringan. Rasio bobot-terhadap-tenaga yang tinggi ini menjadikan 720S sebagai salah satu supercar terbaik di kelasnya.
Dari sisi aerodinamika, 720S mengusung desain yang mengutamakan efisiensi aliran udara. Active rear wing dapat berubah posisi secara otomatis sesuai kecepatan dan kebutuhan pengereman, berfungsi meningkatkan downforce sekaligus stabilitas pada kecepatan tinggi. Sistem suspensi menggunakan Proactive Chassis Control II, teknologi hidrolik tanpa batang stabilizer konvensional yang menjaga keseimbangan kendaraan saat bermanuver maupun melibas tikungan dalam kecepatan tinggi.
Pengemudi dapat memilih tiga mode berkendara—Comfort, Sport, dan Track—yang mengubah karakter mesin, transmisi, suspensi, serta respons kemudi. Sektor pengereman mengandalkan cakram carbon ceramic dengan kaliper performa tinggi, dirancang memberikan daya henti optimal dan tahan terhadap suhu ekstrem saat digunakan di lintasan balap.
Kabin Berorientasi Pengemudi
Masuk ke dalam kabin, McLaren menghadirkan konsep kokpit yang berpusat pada pengemudi. Panel instrumen digital dapat berubah tampilan sesuai mode berkendara, sementara layar infotainment vertikal mendukung berbagai pengaturan kendaraan, navigasi, hingga konektivitas multimedia.
Di pasar global, McLaren 720S tersedia dalam varian Coupe dan Spider. Sebelum produksinya dihentikan, harga baru mobil ini berkisar lebih dari 300.000 dolar AS atau sekira Rp5,4 miliar.
Kecelakaan ini menjadi pengingat akan bahaya berkendara dengan kecepatan tinggi, bahkan bagi supercar dengan teknologi keselamatan tercanggih sekalipun. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti insiden tunggal ini.

