Peugeot Plygon Concept, Perkenalkan Era Kemudi Tanpa Sentuhan Mekanis
Jayadi
Tim Redaksi
ROADMASTER - Peugeot hadirkan inovasi teknologi terbaru melalui Peugeot Polygon Concept, sebuah mobil konsep revolusioner yang berani mendobrak tradisi kemudi selama lebih dari seabad. Dengan panjang kurang dari 4 meter, kendaraan kompak ini bukan sekadar mimpi, melainkan wahana uji dinamis yang dapat dirasakan pengemudi dalam dunia nyata saat ini.
Terobosan paling spektakuler dari Peugeot Polygon Concept adalah sistem kemudi Hypersquare yang dipadukan dengan teknologi Steer-by-Wire. Untuk pertama kalinya dalam sejarah otomotif, Peugeot menghilangkan koneksi mekanis antara kemudi dan roda, menggantinya dengan kontrol elektronik murni - teknologi yang selama ini hanya diterapkan di industri kedirgantaraan.
"Selama lebih dari seabad, pengemudi menggunakan setir bundar tradisional. Kini dengan Hypersquare, kami mendobrak tradisi dan menciptakan ulang sistem kemudi sepenuhnya," ujar perwakilan Peugeot dalam peluncuran konsep ini pekan lalu.
Dijelas Peugeot, sistem ini menawarkan rasio kemudi adaptif berdasarkan kecepatan. Pada kecepatan rendah untuk parkir atau berbelok, Hypersquare memungkinkan manuver cepat dengan rotasi stir maksimum hanya 170° di setiap arah - total kurang dari satu putaran penuh, dibandingkan tiga putaran penuh pada kemudi tradisional. Sementara pada kecepatan tinggi, input kecil sudah cukup untuk menyesuaikan lintasan mobil.
"Kombinasi Hypersquare dan Steer-by-Wire menghadirkan responsivitas dan presisi luar biasa pada kecepatan tinggi, kenyamanan tak tertandingi saat bermanuver, serta sensasi hiper-kelincahan yang unik," tambahnya.

i-Cockpit Masa Depan dengan Head-Up Display Raksasa
Peugeot i-Cockpit generasi terbaru yang diusung Polygon Concept menghadirkan pengalaman imersif yang belum pernah ada sebelumnya. Kaca depan berfungsi ganda sebagai layar dengan panel Micro-LED di belakang Hypersquare yang memproyeksikan informasi seluas 24 cm x 74 cm - setara layar 31 inci.
Tidak ada lagi tampilan di dasbor. Semua informasi penting dipantulkan langsung di bidang pandang pengemudi, memaksimalkan keselamatan dan menghindari gangguan. Empat pod melingkar di setiap sudut kemudi memungkinkan kontrol utama dijangkau tanpa mengangkat jari.
Polygon Concept menghadirkan bahasa desain Peugeot masa depan yang lebih murni, sederhana, dan geometris dengan kesan mirip kucing yang semakin kuat. Lampu tiga cakar ikonik ditata ulang dalam layout horizontal menggunakan ribuan Micro-LED yang dapat menampilkan berbagai konfigurasi grafis dan warna.
Yang menarik, mobil konsep ini menawarkan personalisasi tanpa batas. Baik interior maupun eksterior dapat disesuaikan dengan selera dan suasana hati, dengan komponen yang dapat diganti dalam hitungan menit - termasuk roda kemudi Hypersquare itu sendiri. Goodyear, mitra Peugeot, bahkan mengembangkan teknologi laser inovatif untuk mengukir warna pada dinding samping ban.
Komitmen lingkungan tercermin dari penggunaan maksimal material daur ulang. Cat interior mengandung komponen dari ban bekas, kabin dilapisi kain tempa dari jok daur ulang kendaraan Peugeot lama, sementara cangkang kursi menggunakan plastik daur ulang (R-PET) dengan pencetakan 3D skala besar - pertama di industri otomotif.
Dengan lebih sedikit komponen dibandingkan kendaraan tradisional, Polygon Concept lebih ringan, efisien, dan mudah dirakit maupun dibongkar di akhir siklus hidupnya. Kursi hanya terdiri dari tiga komponen utama, dan pintu sayap camar XXL menggantikan empat pintu konvensional.

Tiga Kepribadian dalam Satu Kendaraan
Peugeot menghadirkan tiga konfigurasi berbeda untuk menunjukkan fleksibilitas mobil konsep ini: Urban-yang ringkas dan elegan untuk kehidupan kota, Player-dengan siluet sporty terinspirasi performa, serta Explorer-tangguh dengan posisi lebih tinggi siap petualangan. Ketiganya pertama kali diperkenalkan di Polygon City, sebuah pulau dalam dunia Fortnite.
Peugeot Polygon Concept bukan sekadar mobil konsep biasa. Dengan berbagai inovasi yang akan mulai diterapkan Peugeot mulai 2027, mobil ini menandai babak baru dalam sejarah otomotif - di mana kemudi tanpa mekanik, personalisasi tanpa batas, dan keberlanjutan menjadi satu kesatuan utuh.

