Mengerek Pasar Kendaraan Elektriktrifikasi, Geely Andalkan Dua Model untuk Tekan Biaya Kepemilikan
Gojay
Tim Redaksi
ROADMASTER – Pasar otomotif Indonesia memasuki babak baru. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, data Gaikindo mencatat kontribusi kendaraan elektrifikasi telah mencapai 26 persen dari total penjualan nasional. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan pergeseran preferensi konsumen yang kini tak hanya mengejar gengsi, tetapi juga mengutamakan efisiensi biaya operasional jangka panjang atau Total Cost of Ownership (TCO).
Menyikapi tren tersebut, Geely Auto Indonesia menggebrak segmen pasar menengah dengan dua andalan: SUV EV murni Geely EX5 dan SUV hibrida plug-in Geely Starray EM-i. Keduanya didesain untuk menjawab kebutuhan mobilitas harian dengan menekan biaya energi dan perawatan hingga titik paling kompetitif.
Geely EX5
Sebagai kuda hitam di segmen EV, Geely EX5 hadir dengan konsep efisiensi tanpa kompromi. Mengusung baterai Short Blade berkapasitas 60,22 kWh, SUV ini mampu menempuh jarak 495 km (NEDC) per pengisian. Konsekuensinya, pengguna harian hanya perlu mengisi daya satu hingga dua kali seminggu.
Geely mengklaim, dari sisi perawatan, Geely EX5 menawarkan jadwal servis berkala hingga 100.000 km atau lima tahun kepemilikan. Rata-rata biaya perawatan per bulannya terhitung hanya sekitar Rp122 ribu, angka yang setara dengan biaya pembelian bensin 2 liter per bulan untuk mobil konvensional. Sementara itu, untuk biaya pengisian daya di SPKLU, pengguna hanya perlu menyiapkan anggaran Rp290 ribu hingga Rp435 ribu per bulan untuk jarak tempuh 1.000–1.500 km.
Geely Starray EM-i
Bagi konsumen yang masih memiliki range anxiety, Geely Starray EM-i menjadi solusi ideal. Berbekal baterai 18,4 kWh yang mendukung mode listrik murni hingga 105 km, kendaraan ini cukup untuk menempuh rute komuter seperti Tangerang-Jakarta atau Bekasi-Jakarta. Pengisian daya rutin setiap 4 hari menghasilkan biaya listrik bulanan sekitar Rp453 ribu-Rp681 ribu.
Yang membuatnya istimewa adalah fleksibilitas tangki bensin 51 liter. Untuk perjalanan jarak jauh, jangkauan kombinasi (listrik + bensin) mencapai lebih dari 1.000 km. Bahkan dalam uji rute Jakarta-Bandung-Jakarta, Geely Starray EM-i mencatat konsumsi energi setara 80,7 km/liter, membuktikan efisiensi yang konsisten di berbagai medan.
Geely mengutarakan, dengan biaya perawatan bulanan sekitar Rp273 ribu dan garansi baterai hingga 8 tahun/180.000 km, Geely Auto Indonesia tidak hanya menawarkan produk, tetapi sebuah ekosistem mobilitas yang terukur dan menenangkan. Kedua model ini adalah jawaban atas pertanyaan konsumen modern: bagaimana tetap bergerak maju tanpa menguras kantong.

