Berita26 Juli 2026

Hemat Puluhan Ribu, Tapi Bisa Rugi Jutaan! Jangan Korbankan Mesin Karena Menunda Ganti Oli

Jayadi

Tim Redaksi

Baca 3 menit
Jelajahi TopikBeritaArsip Berita Terbaru

ROADMASTER - Menunda jadwal penggantian oli mesin jadi salah satu alasan pengendara agar lebih lebih hemat pengeluaran di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu.

Padahal, langkah yang tampak menguntungkan ini justru menyimpan risiko besar. Menunda ganti oli sama saja mengundang kerusakan mesin yang biaya perbaikannya bisa berkali-kali lipat lebih mahal dari harga oli itu sendiri. Apalagi, ancaman ini semakin nyata di tengah cuaca panas yang ekstrem.

Ancaman di Tengah Musim Kemarau 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Puncaknya diprediksi terjadi pada Juli hingga September, dengan suhu di sejumlah daerah yang diperkirakan menembus 35 derajat Celsius.

Mesin yang bekerja pada temperatur lebih tinggi membuat kualitas oli menurun lebih cepat, meski arak tempuhnya belum mencapai angka yang dianjurkan.
Mesin yang bekerja pada temperatur lebih tinggi membuat kualitas oli menurun lebih cepat, meski arak tempuhnya belum mencapai angka yang dianjurkan.

"Suhu lingkungan yang tinggi membuat temperatur kerja mesin ikut meningkat. Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi sehingga kemampuan melumasi dan melindungi komponen mesin menurun. Jika tetap digunakan melewati masa pakainya, risiko keausan komponen meningkat," jelas Mulianto, Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants.

Jebakan Jarak Tempuh

Kesalahan umum yang masih banyak dilakukan pengendara adalah hanya mengandalkan angka kilometer sebagai patokan ganti oli. Padahal, jarak tempuh bukanlah satu-satunya faktor penentu.

Kendaraan yang sering digunakan dalam kondisi macet atau stop-and-go—seperti di perkotaan—membuat mesin bekerja pada temperatur lebih tinggi. Akibatnya, kualitas oli menurun lebih cepat, meskipun jarak tempuhnya belum mencapai angka yang dianjurkan.

Jadi, perhatikan juga:

· Pola penggunaan kendaraan (sering macet atau jalan bebas?) · Kondisi pemakaian (beban berat atau ringan?) · Lama pemakaian (berapa bulan oli sudah terpasang?)

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, perlindungan mesin tetap optimal meskipun jadwal ganti oli bisa lebih fleksibel.

Tips Hemat Tanpa Mengorbankan Mesin

Ingin tetap irit? Bisa! Berikut beberapa langkah cerdas dari Pertamina Lubricants yang jauh lebih aman daripada menunda ganti oli:

1. Hindari Kebiasaan Menggeber di RPM Tinggi

Memacu kendaraan di putaran mesin tinggi membuat mesin bekerja dalam tekanan dan suhu ekstrem. Dalam kondisi ini, oli harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil. Akibatnya:

· Oksidasi dan penguapan oli terjadi lebih cepat · Viskositas (kekentalan) oli menurun sebelum waktunya · Umur oli menjadi lebih pendek

Untuk itu, berkendaralah dengan halus dan hindari akselerasi mendadak, terutama di cuaca panas.

2. Gunakan Oli Full-Synthetic

Oli sintetis memang lebih mahal di awal, tetapi lebih tahan terhadap temperatur tinggi dan oksidasi. Performanya lebih stabil, terutama saat digunakan dalam cuaca panas. Investasi pada oli berkualitas adalah bentuk penghematan jangka panjang.

3. Manfaatkan Promo Toko Resmi

Jangan malas memantau promo dari toko-toko resmi. Sering kali ada diskon atau paket menarik yang bisa dimanfaatkan saat kendaraan sudah waktunya ganti oli. Dengan begini, Anda tetap bisa mengganti oli tepat waktu tanpa memberatkan kantong.

Berhemat adalah langkah bijak, tetapi menunda ganti oli bukanlah bentuk penghematan yang tepat. Justru sebaliknya, itu adalah risiko yang tidak perlu.

Mengganti oli sesuai jadwal—dengan mempertimbangkan kondisi pemakaian dan rekomendasi pabrikan—tetap menjadi cara paling sederhana, paling ekonomis, dan paling aman untuk menjaga performa, efisiensi bahan bakar, dan umur pakai mesin kendaraan Anda.

Ingat..! Oli adalah darah bagi mesin. Jangan biarkan mesin Anda "menderita" hanya demi menghemat beberapa puluh ribu rupiah.